Kali ini saya akan membahas tentang Budaya, Kreatvitas, Dan Inovasi, langsung saja....
Pengertian Budaya
Budaya sebagai hasil karya manusia dibentuk untuk dapat membentuk
aturan-aturan yang tertulis dan lama kelamaan akan tidak tertulis lagi,
sebagai akibat komitmen yang kuat dari anggota masyarakat, yang pada
akhirnya disebut norma dan etika. Norma dan etika merupakan ukuran bagi
anggota masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai dengan
kaidah-kaidah norma tersebut, dan norma yang semakin mendalam meresap
dalam diri masyarakat tidak tertulis lagi, sedang etika adalah yang
membungkus tingkah laku anggota masyarakat tersebut untuk bertindak
sesuai dengan kriteria norma, yang pada akhirnya proses pendalaman norma
ini yang disebut sebagai budaya.
Menurut Owen (1987), budaya dipandang sebagai nilai-nilai atau norma yang merujuk kepada bentuk pernyataan tentang apa yang dapat dan apa yang tidak dapat dilakukan oleh anggota organisasi; sebagai asumsi, yang merujuk kepada hal-hal apa saja yang dianggap benar atau salah.
Pengertiannya, bahwa aturan yang menyatakan suatu sikap dan perilaku yang menuntun dan mendorong anggota masyarakat untuk melakukan segala sesuatunya secara benar, serta menghambat dan menghalangi orang untuk berbuat sesuatu yang salah perbuatan yang salah akan mendapat hukuman secara moral menurut nilai-nilai atau norma yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan adanya rujukan yang menyatakan kebenaran dan kesalahan, tindakan anggota masyarakat akan selalu dituntun rambu-rambu nilai dan norma tersebut.
Pengertian Organisasi
Organisasi bisa didefinisikan sebagai kelompok orang yang bekerja sama dengan terkoordinasi, dengan cara yang terstruktur, untuk mencapai tujuan tertentu. (Sunarto dan Herawati, 2002)
Mirrian S. Arief (1985), menyatakan bahwa organisasi dapat diartikan bermacam-macam tergantung dari arah mana kita memandangnya. Kalau dari segi wujudnya maka organisasi adalah kerja sama orang-orang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang diingini. Dalam segi wujudnya ini organisasi bersifat dinamis. Contoh: Seorang bapak mengajak anaknya mengangkat sebuah meja ke pinggir jalan untuk tempat berjualan. Dari contoh ini dapat dilihat adanya suatu organisasi. Walaupun bentuk organisasi ini masih sederhana, tetapi terlihat adanya ciri-ciri organisasi, yang sekurang-kurangnya harus ada untuk setiap organisasi manapun juga. Ciri-ciri tersebut adalah:
1. ada orang-orang, dalam arti lebih dari satu orang (bapak dan anak)
2. ada kerja sama (mengangkat sebuah meja)
3. ada tujuan (untuk berjualan)
Dalam bentuk sederhana ini, organisasi belum memerlukan pengaturan yang rapi, tetapi dalam contoh itu telah terlihat adanya orang yang mengarahkan (bapak) dan orang yang diarahkan (anak).
Kalau organisasi sudah besar yaitu orang-orang yang bekerja sama telah banyak dan tujuan yang akan dicapai telah luas, maka timbullah hubungan kerja yang ruwet atau kompleks antara sesama orang yang menunaikan tugas dalam organisasi tersebut. Contoh organisasi yang sudah besar dan kompleks adalah organisasi universitas, rumah sakit, partai politik, dan sebagainya.
Bilamana organisasi telah kompleks, maka diperlukan suatu pengaturan yang rapi terhadap orang-orang yang bekerja sama dalam suatu wadah tertentu. Dalam hal ini organisasi dapat dipandang sebagai suatu wadah atau tempat orang bekerja sama melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Menurut Owen (1987), budaya dipandang sebagai nilai-nilai atau norma yang merujuk kepada bentuk pernyataan tentang apa yang dapat dan apa yang tidak dapat dilakukan oleh anggota organisasi; sebagai asumsi, yang merujuk kepada hal-hal apa saja yang dianggap benar atau salah.
Pengertiannya, bahwa aturan yang menyatakan suatu sikap dan perilaku yang menuntun dan mendorong anggota masyarakat untuk melakukan segala sesuatunya secara benar, serta menghambat dan menghalangi orang untuk berbuat sesuatu yang salah perbuatan yang salah akan mendapat hukuman secara moral menurut nilai-nilai atau norma yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan adanya rujukan yang menyatakan kebenaran dan kesalahan, tindakan anggota masyarakat akan selalu dituntun rambu-rambu nilai dan norma tersebut.
Pengertian Organisasi
Organisasi bisa didefinisikan sebagai kelompok orang yang bekerja sama dengan terkoordinasi, dengan cara yang terstruktur, untuk mencapai tujuan tertentu. (Sunarto dan Herawati, 2002)
Mirrian S. Arief (1985), menyatakan bahwa organisasi dapat diartikan bermacam-macam tergantung dari arah mana kita memandangnya. Kalau dari segi wujudnya maka organisasi adalah kerja sama orang-orang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang diingini. Dalam segi wujudnya ini organisasi bersifat dinamis. Contoh: Seorang bapak mengajak anaknya mengangkat sebuah meja ke pinggir jalan untuk tempat berjualan. Dari contoh ini dapat dilihat adanya suatu organisasi. Walaupun bentuk organisasi ini masih sederhana, tetapi terlihat adanya ciri-ciri organisasi, yang sekurang-kurangnya harus ada untuk setiap organisasi manapun juga. Ciri-ciri tersebut adalah:
1. ada orang-orang, dalam arti lebih dari satu orang (bapak dan anak)
2. ada kerja sama (mengangkat sebuah meja)
3. ada tujuan (untuk berjualan)
Dalam bentuk sederhana ini, organisasi belum memerlukan pengaturan yang rapi, tetapi dalam contoh itu telah terlihat adanya orang yang mengarahkan (bapak) dan orang yang diarahkan (anak).
Kalau organisasi sudah besar yaitu orang-orang yang bekerja sama telah banyak dan tujuan yang akan dicapai telah luas, maka timbullah hubungan kerja yang ruwet atau kompleks antara sesama orang yang menunaikan tugas dalam organisasi tersebut. Contoh organisasi yang sudah besar dan kompleks adalah organisasi universitas, rumah sakit, partai politik, dan sebagainya.
Bilamana organisasi telah kompleks, maka diperlukan suatu pengaturan yang rapi terhadap orang-orang yang bekerja sama dalam suatu wadah tertentu. Dalam hal ini organisasi dapat dipandang sebagai suatu wadah atau tempat orang bekerja sama melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Pengertian dan Fungsi Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah
seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang
dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya
untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Dengan
demikian, budaya organisasi dapat memberikan nilai-nilai dan norma bagi
karyawan dalam prinsip opersional organisasi.
Lima fungsi budaya organisasi yaitu:
1. Membedakan satu
organisasi dengan organisasi yang lain.
2. Meningkatkan sense of
identity anggota
3. Meningkatkan komitmen
bersama.
4. Menciptakan stabilitas
sistem social.
5. Mekanisme pengendalian
yang terpadu dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.
Tipologi Budaya Organisasi
Selain esensi dan
fungsi-fungsi yang dikemukakan diatas, perilaku para anggota suatu organisasi
juga ditentukan oleh pilihan manajemen atas tipe budaya yang dianut. Dari teori
tentang budaya organisasi, menurut Siagian (2002:200-201) diketahui empat tipe
budaya organisasi, yaitu:
a. Tipe akademi
Dalam organisasi, para
anggotanya diharapkan atau bahkan dituntut untuk menampilkan prestasi yang
semaksimal mungkin.
b. Tipe klub
Seorang anggota organisasi
yang baik diharapkan memenuhi kriteria kecocokan, loyalitas, dan komitmen.
c. Tipe tim olah raga
Dalam organisasi
keberhasilan akan diraih apabila para anggotanya mampu bekerja sebagai tim dan
bukan selaku ’pemain individual’.
d. Tipe benteng
Organisasi dimaksudkan untuk keamanan para
anggota organisasinya.
Kreatifitas Individu dan Team
Kreativitas merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu
yang baru. Kreativitas merupakan salah
satu kebutuhan pokok manusai, yaitu kebutuhan akan pewujudan diri (aktualisasi
diri) dan merupakan kebetuhan paling tinggi bagi manusia (maslow, dalam
munandar, 2009). Pada dasarnya setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki
potensi kreatif, kreativitas dapat diidentifikasi dan dipupuk melalui
pendidikan yang tepat (munandar, 2009) . Kreativitas team merupakan pikiran
dari para anggota untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan kelompok
atau organisasi.
Proses Inovasi
Menurut David Neeleman
(Pendiri dan CEO JetBlue), Inovasi merupakan proses berupaya mencari cara untuk
melakukan sesuatu dengan lebih baik daripada sebelumnya.
Menurut Ibrahim (1989),
Inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang, kejadian, metode
yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang
(masyarakat).
Menurut Amabile et al.
(1996), Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai
arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru.
Referensi
http://rinjaninovii.blogspot.co.id/2015/12/budaya-kreativitas-dan-inovasi.html
https://apriadykapuas.wordpress.com/2011/02/11/budaya-organisasi-organizational-culture/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar