Definisi Bekerja sama dalam team
Pengertian team work adalah sebuah sistem pekerjaan
yang kerjakan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan tujuan yang
direncanakan bersama. Kerja sama dalam tim kerja menjadi sebuah kebutuhan dalam
mewujudkan keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja
akan menjadi suatu daya dorong yang memiliki energi dan sinergisitas bagi
individu-individu yang tergabung dalam kerja tim. Komunikasi akan berjalan baik
dengan dilandasi kesadaran tanggung jawab tiap anggota.
Tracy (2006) menyatakan bahwa teamwork merupakan kegiatan yang dikelola dan
dilakukan sekelompok orang yang tergabung dalam satu organisasi. Teamwork dapat
meningkatkan kerja sama dan komunikasi di dalam dan di antara bagian-bagian
perusahaan. Biasanya teamwork beranggotakan
orang-orang yang memiliki perbedaan keahlian sehingga dijadikan kekuatan dalam
mencapai tujuan perusahaan.
Pernyataan di atas diperkuat Dewi
(2007) kerja tim (teamwork) adalah bentuk kerja dalam kelompok yang harus diorganisasi
dan dikelola dengan baik. Tim beranggotakan orang-orang yang memiliki keahlian
yang berbeda-beda dan dikoordinasikan untuk bekerja sama dengan pimpinan.
Terjadi saling ketergantungan yang kuat satu sama lain untuk mencapai sebuah
tujuan atau menyelesaikan sebuah tugas. Dengan melakukan teamwork diharapkan hasilnya melebihi jika
dikerjakan secara perorangan.
Stephen dan Timothy (2008)
menyatakan teamwork adalah kelompok yang
usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah
masukan individual. Teamwork menghasilkan
sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi. Hal ini memiliki pengertian
bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik daripada kinerja
perindividu di suatu organisasi ataupun suatu perusahaan.
Jenis Kerja Sama
Dalam
teamwork terdiri dari 6 (enam) jenis, yaitu:
1) Tim
Formal
Tim formal adalah sebuah tim yang dibentuk oleh
organisasi sebagai bagian dari struktur organisasi formal.
2) Tim
Vertikal
Tim vertikal adalah sebuah tim formal yang terdiri
dari seorang manajer dan beberapa orang bawahannya dalam rantai komando
organisasi formal.
3) Tim
Horizontal
Tim horizontal adalah sebuah tim formal yang terdiri
dari beberapa karyawan dari tingkat hirarki yang hampir sama tapi berasal dari
area keahlian yang berbeda.
4) Tim
dengan Tugas Khusus
Tim dengan tugas khusus adalah sebuah tim yang
dibentuk diluar organisasi formal untuk menangani sebuah proyek dengan
kepentingan atau kreativitas khusus.
5) Tim
Mandiri
Tim Mandiri adalah sebuah tim yang terdiri dari 5
hingga 20 orang pekerja dengan beragam keterampilan yang menjalani rotasi
pekerjaan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa secara lengkap, dan
pelaksanaannya diawasi oleh seorang annggota terpilih.
6) Tim
Pemecahan Masalah
Tim pemecahan masalah adalah biasanya terdiri dari 5
hingga 12 karyawan yang dibayar perjam dari departemen yang sama, dimana mereka
bertemu untuk mendiskusikan cara memperbaiki kualitas, efisiensi, dan
lingkungan kerja.
Kemudian
ada 3 (tiga) tipe tim, yaitu:
a) Problem
solving team
Sebuah tim yang dibentuik untuk mengatasi berbagai
masalah yang muncul dalam upaya memperbaiki produktivitas. Pada dasarnya,
kegiatan tim ini adalah mengidentifikasikan berbagai masalah, mendiskusikan
bagaimana memecahkan masalah tersebut dan melakukan tindakan untuk memperbaiki.
Anggota tim biasanya berasal dari satu departemen yang beranggotakan kurang
lebih sepuluh orang yang melakukan pertemuan rutin setiap minggu.
b) Self
managed team
Sebuah tim yang dimaksudkan untuk memperbaiki
produktivitas dengan memberikan kewenangan pada kelompok untuk mengatur kerja
mereka, misalnya menjadwal kerja, menentukan metode kerja, mengawasi anggota,
memberi reward dan hukuman bagi anggota dan merekrut anggota. Keanggotaan ini
biasanya berasal dari satu departemen yang melakukan tugas yang sama.
c) Cross
functional team
Sebuah tim yang ditujukan untuk menyelesaikan
tugas-tugas khusus, misalnya pengembangan produk baru atau perencanaan dan
perubahan sistem kompensasi. Anggota tim ini berasal dari berbagai departemen
yang memiliki keahlian dan orientasi yang berbeda yang bekerjasama untuk
mencapai suatu tujuan.
Dalam teamwork terdapat beberapa
karakteristik. Diantaranya:
A. Ukuran
Secara umum,
ketika ukuran tim meningkat, akan lebih sulit bagi setiap anggota untuk dapat
saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Ukuran kelompok
mengusulkan hal hal berikut ini :
1.
Tim kecil ( 2 sampai 4 anggota ) menunjukan lebih
banyak persetujuan, mengajukan lebih banyak pertanyaan, dan bertukar lebih
banyak opini. Merek cenderung bersikap informaldan tidak banyak menuntut pemimpin.
2.
Tim besar cenderung memiliki lebih banyak perselisihan
pendapat dan perbedaan opini. Karena kurangnya kepuasan dihubungkan dengan
tugas yang dispesialisasikan serta komunikasi yang buruk, para anggota tim
memiliki sedikit kesempatan untuk berpatisipasi dan merasakan keakraban
kelompok.
B. Peran
Anggota
Dalam tim – tim yang sukses syarat kinerja tugas dan kepuasan social
dipenuhi oleh munculnya dua jenis peran yaitu spesialis tugas dan
sosioemosional.
Orang – orang yang memainkan peran spesialis tugas menghabiskan
waktu dan energi untuk membantu tim meraih tujuannya. Mereka sering
memperlihatkan perilaku – perilaku berikut :
a)
Memprakarsai ide
b)
Memberikan opini
c)
Mencari informasi
d)
Meringkas
e)
Memberi semangat
Orang – orang yang menggunakan peran sosioemosional mendukung
kebutuhan emosional para anggota tim dan membantu menguatkan kesatuan social.
Mereka memperlihatkan perilaku – perilaku berikut :
a)
Mendorong
b)
Berpadu
c)
Mengurangi Ketegangan
d)
Mengikuti
e)
Berkompromi
Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam
suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu :
1)
Terdiri dari 2 orang atau lebih
2)
Adanya interaksi yang terus menerus
3)
Adanya pengembangan identitas
kelompok
4)
Adanya norma – norma kelompok
5)
Adanya diferensiasi peran
6)
Peran yang saling tergantung
7)
Produktivitas bertambah atau
meningkat
Manfaat
Dan Fungsi Bekerja sama dalam team
Manfaat
tim bagi individu dan tim bagi organisasi, yaitu:
A. Manfaat
tim bagi individu
1) Pekerjaan
lebih bervariasi
2) Lebih
banyak kebebasan untuk membuat dan menindaklanjuti keputusan yang benar
3) Meningkatkan
kesempatan untuk mempelajari keahlian baru
B. Manfaat
tim bagi organisasi
1) Meningkatkan
komitmen terhadap keputusan yang diambil
2) Meningkatkan
produktivitas tim kerja
3) Lebih
fleksibel dalam operasional kerja
4) Meningkatkan
rasa tanggungjawab
Hal yang sangat mendasar dalam mewujudkan keutuhan
sebuah tim agar dapat berkinerja dan berdaya guna adalah dengan melakukan
perancangan tim yang baik. Pentingnya perancangan tim yang baik diuraikan
Griffin (2004) dengan membagi ke dalam 4 (empat) tahap perkembangan, yaitu:
a)
Forming
(pembentukan), adalah tahapan di
mana para anggota setuju untuk bergabung dalam suatu tim. Karena kelompok baru
dibentuk maka setiap orang membawa nilai-nilai, pendapat dan cara kerja
sendiri-sendiri. Kelompok cenderung belum dapat memilih pemimpin (kecuali tim
yang sudah dipilih ketua kelompoknya terlebih dahulu).
b)
Storming
(merebut hati), adalah tahapan di mana kekacauan mulai timbul di dalam
tim. Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan
anggota kelompok tidak ragu-ragu untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak
mampu. Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah- masalah
pribadi, semua bersikeras dengan pendapat masing-masing. Komunikasi yang terjadi sangat sedikit karena
masing-masing orang tidak mau lagi menjadi pendengar.
c)
Norming
(pengaturan norma), adalah
tahapan di mana individu-individu dan subgroup yang ada dalam tim mulai
merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari team
tersebut dari kehancuran (bubar). Karena semangat kerjasama sudah mulai timbul,
setiap anggota mulai merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya
kepada seluruh anggota tim.
d) Performing (melaksanakan), adalah tahapan merupakan
titik kulminasi di mana team sudah berhasil membangun sistem yang
memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif dan efisien. Pada tahap
ini keberhasilan tim akan terlihat dari prestasi yang ditunjukkan.
Dalam sebuah tim
yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan
pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli
dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang
dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Saling mengerti dan
mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan
pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan
antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu.
Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa
jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan
pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan
sebagai anggota tim di atas segalanya.
Berikut poin-poin teamwork yang baik:
Berikut poin-poin teamwork yang baik:
1)
Teamwork adalah kerjasama dlm tim
yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
2)
Sama-sama bekerja bukanlah teamwork,
itu adalah kerja individual.
3)
Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan
apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
4)
Ketika berada dalam teamwork, segala
ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
5)
Dalam teamwork yang dikejar untuk
dicapai adalah target bersama, bukan individual.
6)
Keragaman individu dalam teamwork
memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak
ada saling pengertian.
7)
Saling pengertian terhadap karakter
masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
8)
Jika setiap orang bekerjasama via
bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
9)
Individu yang egois mengejar target
pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan jika si A mengejar target
A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?
10) Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan
mempercepat proses pencapaian target.
11) Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung
pada pemboikotan kerjasama.
12) Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi
target tidak perlu waktu yang lama.
13) Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.
Ciri-Ciri Bekerja sama yang Efektif
Ciri-ciri
teamwork yang efektif, diantaranya:
A. Tujuan yang sama.
Jika semua anggota tim mendayung ke arah yang sama, pasti kapal yang
didayung akan lebih cepat sampai ke tempat tujuan, dari pada jika ada anggota
tim yang mendayung ke arah yang berbeda, berlawanan, ataupun tidak mendayung
sama sekali karena bingung ke arah mana harus mendayung. Jadi, pastikan bahwa
tim memiliki tujuan dan semua anggota tim Anda tahu benar tujuan yang hendak
dicapai bersama, sehingga mereka yakin ke arah mana harus mendayung.
B.
Antusiasme
yang tinggi.
Pendayung akan mendayung lebih cepat jika mereka memiliki antusiasme yang
tinggi. Antusiasme tinggi bisa dibangkitkan jika kondisi kerja juga
menyenangkan: anggota tim tidak merasa takut menyatakan pendapat, mereka juga
diberi kesempatan untuk menunjukkan keahlian mereka dengan menjadi diri
sendiri, sehingga kontribusi yang mereka berikan juga bisa optimal.
C.
Peran dan
tanggung jawab yang jelas.
Jika semua ingin menjadi pemimpin, maka tidak akan ada yang mendayung.
Sebaliknya, jika semua ingin menjadi pendayung, maka akan terjadi kekacauan
karena tidak ada yang memberi komando untuk kesamaan waktu dan arah mendayung.
Intinya, setiap anggota tim harus mempunyai peran dan tanggung jawab
masing-masing yang jelas. Tujuannya adalah agar mereka tahu kontribusi apa yang
bisa mereka berikan untuk menunjang tercapainya tujuan bersama yang telah
ditentukan sebelumnya.
D.
Komunikasi
yang efektif.
Dalam proses meraih tujuan, harus ada komunikasi yang efektif antar-anggota
tim. Strateginya: Jangan berasumsi. Artinya, jika Anda tidak yakin semua anggota
tim tahu apa yang harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan, jangan
berasumsi, tanyakan langsung kepada mereka dan berikan informasi yang mereka
perlukan.
E.
Resolusi
Konflik.
Dalam mencapai tujuan mungkin saja ada konflik yang harus dihadapi. Tetapi
konflik ini tidak harus menjadi sumber kehancuran tim. Sebaliknya, konflik ini
yang dapat dikelola dengan baik bisa dijadikan senjata ampuh untuk melihat satu
masalah dari berbagai aspek yang berbeda sehingga bisa diperoleh cara baru,
inovasi baru, ataupun perubahan yang memang diperlukan untuk melaju lebih cepat
ke arah tujuan.
F.
Shared
power.
Jika ada anggota tim yang terlalu dominan, sehingga segala sesuatu
dilakukan sendiri, atau sebaliknya, jika ada anggota tim yang terlalu banyak
menganggur, maka pasti ada ketidakberesan dalam tim yang lambat laun akan
membuat tim menjadi tidak efektif. Jadi, tiap anggota tim perlu diberikan
kesempatan untuk menjadi ”pemimpin”, menunjukkan ”kekuasaannya” di bidang yang
menjadi keahlian dan tanggung jawab mereka masing-masing. Sehingga mereka
merasa ikut bertanggung jawab untuk kesuksesan tercapainya tujuan bersama.
G.
Keahlian.
Tim yang terdiri dari anggota-anggota dengan berbagai keahlian yang saling
menunjang akan lebih mudah bekerja sama mencapai tujuan. Berbagai keahlian yang
berbeda tersebut dapat saling menunjang sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah
dan lebih cepat diselesaikan.
H.
Evaluasi.
Bagaimana sebuah tim bisa mengetahui sudah sedekat apa mereka dari tujuan,
jika mereka tidak menyediakan waktu sejenak untuk melakukan evaluasi? Evaluasi
yang dilakukan secara periodik selama proses pencapaian tujuan masih
berlangsung bisa membantu mendeteksi lebih dini penyimpangan yang terjadi,
sehingga bisa segera diperbaiki.
2.8.
Cara
Membangun Teamwork
Agar dapat membangun sebuah tim yang bagus dan baik,
diperlukan lebih dari sekadar mengumpulkan orang-orang yang tepat. Sebab, ujian
utama dari leadership sebenarnya adalah menciptakan
lingkungan dimana setiap individu mau bekerja secara kooperatif dan
kolaboratif.
Dalam
membangun kerja sama tim yang lebih baik, caranya adalah :
1.
Fokus
Jelaskan rencana jangka panjang organisasi dan lakukan follow-up dengan
teratur. Orang-orang sering kali terlalu fokus pada masalah hari ini dan
pekerjaan rutinnya, sehingga kehilangan gambaran dari tujuan utama secara
keseluruhan.
2.
Definisikan Peran
Garis bawahi dengan jelas tanggung jawab dan peran setiap
individu dalam suatu tim. Hal ini sangat penting untuk menjamin kesuksesan tim.
Pemahaman tim terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing akan sangat
membantu dalam pelaksanaan kerja sama tim secara kolaboratif.
3.
Tetapkan Tujuan
Anggota tim perlu memperhatikan tujuan individu maupun tujuan
tim. Dukunglah mereka untuk menentukan tujuan jangka pendek yang dapat diraih
dan dapat diukur, serta tujuan jangka panjang. Dengan tujuan yang jelas dan
kode etik atau aturan tertentu, tim akan mulai bisa mengatur dirinya sendiri
untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
4.
Bagikan Informasi
Informasi yang disembunyikan akan dianggap sebagai gosip atau
rumor. Produktivitas dan moral tim akan menurun bila mereka menemukan banyak
informasi yang tidak jelas berkeliaran, terutama di masa-masa sulit atau
peralihan. Bagikan dan sebarkanlah semua informasi yang memang perlu
dikomunikasikan ke semua anggota tim, dan jangan lupa untuk terus meng-update informasi tersebut sesering mungkin.
5.
Kepercayaan
Jadilah orang yang dapat dipercaya dan diandalkan. Hargailah
kata-kata Anda sendiri. Bila Anda seorang pemimpin dan Anda sudah berjanji
untuk memberikan sesuatu kepada anak buah, maka pastikan Anda menepati janji
tersebut.
6.
Dengarkan
Bersikaplah terbuka terhadap ide-ide dari anggota tim lain.
Berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pendapat dalam rapat atau
saat brainstorming. Pertimbangkan
setiap saran mereka. Kita tidak akan pernah benar-benar tahu saran dan pendapat
mana yang terbaik sampai kita sendiri membuktikannya.
7.
Bersabar
Bila tim Anda terlihat bermasalah dan tidak menunjukkan hasil
apa pun, bersabarlah. Beri waktu dan amati perkembangannya. Sering kali mereka
bisa mengatasi masalahnya sendiri, dan Anda perlu mengawasi dan mengamati saja.
8.
Dukungan
Setiap anggota tim harus ditantang untuk berkontribusi dalam
segala hal. Dorong mereka untuk ikut training bila memang diperlukan dan beri
kesempatan untuk keluar dan melakukan sendiri tugas-tugasnya. Mereka perlu
merasa nyaman dalam melakukan tugas supaya dapat menemukan potensi unik dalam
diri mereka sendiri.
9.
Tunjukan Antusiasme
Antusiasme mudah menular. Selalulah bersikap positif dan
penuh harap. Bila mereka melihat Anda mengharapkan sesuatu dari mereka, maka
ada peluang mereka akan memberikan yang terbaik dan berusaha tidak mengecewakan
Anda. Fokuslah juga pada hal-hal yang dikerjakan dengan benar, dan tidak selalu
melihat kesalahan orang lain saja.
10.
Have Fun
Bangun semangat yang ada di dalam tim agar bisa selalu
memberikan energi yang tinggi dan spirit persatuan. Sediakan waktu untuk
tertawa bersama dan ciptakan suasana yang sesantai mungkin.
11.
Delegasi
Jelaskan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana caranya
(bila diperlukan), lalu biarkan. Lebih baik lagi jika Anda dapat menjelaskan
masalah yang ada dan seperti apa hasil yang Anda inginkan. Lalu, biarkan tim
Anda mengembangkan cara mereka sendiri untuk menyelesaikan tugas tersebut
sesuai waktu yang telah ditetapkan.
12.
Berikan Penghargaan
Rayakan keberhasilan bersama-sama dan berikan penghargaan
kepada anggota tim tapi tidak secara individual. Hindari semua tindakan yang
bisa menimbulkan kecemburuan di antara anggota.
Terakhir, yang penting adalah terus-menerus memberi inspirasi
kepada semua anggota tim. Bila berbicara tentang hal apa pun yang berhubungan
dengan tim, gunakanlah kata 'kita' dan bukan kata 'saya'.
Contoh Kerjasama
kerjasama dalam kehidupan sehari-hari tidaklah sulit. Dalam lingkungan terkecil, keluarga. Kerjasama yang sering muncul adalah saat membersihkan rumah menjelang hari raya. Dimana, semua anggota keluarga bekerja bersama membersihkan rumah demi mencapai sebuah tujuan, yakni rumah yang terlihat bersih dan rapi.
Jika dilihat dalam lingkup yang lebih luas, misalnya masyarakat. Dapat juga kita jumpai contoh kerjasama saat menjalani acara tujuh belasan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Rata-rata para warga dalam satu RT atau RW akan sama-sama ikut bekerja bakti, mengecet pagar atau memeriahkan lomba panjat pinang.
Dari penjelasan mengenai pengertian kerjasama tadi, dapat disimpulkan bahwa kerjasama dilatarbelakangi oleh sifat manusia sebagai makhluk sosial yang terkadang perlu saling membantu guna memperoleh sebuah tujuan bersama. Contoh kerjasama dengan mudah dilihat pada kehidupan sehari-hari, dari tingkat terkecil, yakni keluarga, hingga tingkat terbesar seperti negara.
kerjasama dalam kehidupan sehari-hari tidaklah sulit. Dalam lingkungan terkecil, keluarga. Kerjasama yang sering muncul adalah saat membersihkan rumah menjelang hari raya. Dimana, semua anggota keluarga bekerja bersama membersihkan rumah demi mencapai sebuah tujuan, yakni rumah yang terlihat bersih dan rapi.
Jika dilihat dalam lingkup yang lebih luas, misalnya masyarakat. Dapat juga kita jumpai contoh kerjasama saat menjalani acara tujuh belasan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Rata-rata para warga dalam satu RT atau RW akan sama-sama ikut bekerja bakti, mengecet pagar atau memeriahkan lomba panjat pinang.
Dari penjelasan mengenai pengertian kerjasama tadi, dapat disimpulkan bahwa kerjasama dilatarbelakangi oleh sifat manusia sebagai makhluk sosial yang terkadang perlu saling membantu guna memperoleh sebuah tujuan bersama. Contoh kerjasama dengan mudah dilihat pada kehidupan sehari-hari, dari tingkat terkecil, yakni keluarga, hingga tingkat terbesar seperti negara.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar