Jumat, 08 Januari 2016

Autobiografi





BIOGRAFI


Ini adalah kisah tentang hidup saya mulai dari lahir hingga sekarang ini, tak terasa waktu cepat berlau, tak terlupakan saat saya terlahir dari rahim ibunda saya yang bernama Murbowati, dan didampingi suaminya yang bernama Suparmo, saya Lahir tanggal 29 juni 1993 di rumah sakit puri astuti Bekasi timur, pada hari selasa dan pada waktu itu malam hari.
Hari-hari saya menjadi bayi diceritakan oleh ibunda saya sebagai bayi yang sangat pintar dan super aktif, sampai pada waktu saya berumur lima tahun dan segera masuk ke pendidikan tingkat kanak-kanak, saya mulai pendidikan sejak dini di TK Mandalahayu, tak jauh dari kediaman saya, 2 tahun saya menjalaninya, tak banyak yang bisa saya ingat pada masa-masa itu, hanya terlintas ingatan-ingatan lucu seperti teman saya yang buang air dicelana, ataupun saya yang terjatuh dari ayunan hahahahaa.. tidak begitu banyak yang teringat pada masa TK.
Setelah selesai pendidikan TK, lanjut ke pendidikan tingkat dasar yang masih satu yayasan dengan Tk saya jalani, yaitu sekolah dasar Mandalahayu, mungkin dekat dengan rumah sehingga  orang tua saya memasukan saya kedalam SD tersebut, disini sudah mulai bisa mengingat kejadian-kejadian yang tak akan terlupakan.. dimulai kelas 1 SD, pada hari pertama mengenakan seragam merah putih saya masuk ke kelas dan bertemu teman-teman baru, dengan wajah yang lugu dan polos kebanyakan.. lalu guru pun datang, saya masih ingat waktu itu guru saya bernama ibu Sri, dengan perawakan yang cukup keras, entah apa yang dilihat dari diri saya, beliau pun menunjuk saya menjadi Ketua kelas, sungguh saya bingung dan saya menerimanya..
Waktu berlalu hingga kenaikan kelas, pada saat itu yang saya takutkan hanya tidak naik kelas, karena setiap kali saya belajar dirumah, orang tua saya memberi motivasi dengan cara menakut-nakuti “nanti gak naik kelas lho” begitu mereka bilang, tapi itu sangat membantu, dan tiba pada hari pembagian rapor sekolah, alhasil saya mendapat rangking 2 dikelas, sungguh bingung dan tidak mengerti kenapa bisa, tapi cukup membanggakan kalau dilihat sekarang, karna waktu itu saya belum mengerti apa itu arti membanggakan orang tua,
Tahun demi tahun berlalu sampai saya beranjak di kelas 6 SD, pada kelas ini saya mempunyai banyak cerita yang sangat konyol jika diingat-ingat, mulai dari pertama masuk saya kembali ditunjuk menjadi ketua kelas, entah kenapa guru-guru SD saya hapal betul dengan saya, mungkin karena saya murid yang cukup bandel atau susah dibilangin, tetapi bertanggung jawab..
Awal masuk kelas saya melihat tidak ada yang berubah dari murid-murid kelas saya, tetapi ada murid baru pindahan dari SD lain di bekasi, dan entah kenapa saya suka ketika melihat wajahnya yang cukup manis pada waktu itu, dan saya pun bertanya kepada teman-teman yang lain siapakah anak perempuan yang baru pindah ke sekolah kami itu. Ya dia bernama Widya siswi yang cukup cerdas dan manis, dan ternyata rumahnya pun tidak jauh dari rumah saya. Dari situ entah saya belajar dari mana, saya mulai mendekatkan diri dengannya, sampai suatu saat saya memberikan surat “cinta” kepadanya.. tapi sialnya ketahuan oleh guru dan saya di hukum dengan berdiri didepan kelas, sungguh malu waktu itu, tetapi melihat Widya yang tertawa karena saya yang dihukum dengan muka memelas membuat saya juga ikut tertawa bahagia,

Mungkin itu yang dinamakan cinta pertama atau cinta monyet, hahahaaha hari demi hari saya lewati dengan berbagai hal, yang indah maupun sedih. Sampai pada saat ujian nasional tingkat SD tiba, saya dan teman-teman yang sudah belajar giat pun berdoa bersama di hari pertama ujian tersebut, Setelah hari terakhir ujian nasional, saya dan teman-teman pun merasa lega karena sudah tidak ada beban dan ketakutan, walaupun belum mengetahui hasil ujian dan kelulusan..
Tiba pada saat hari pengumuman kelulusan, saya pun merasa hati ini deg-degan, panik dan takut. Namun ternyata saya lulus bersama teman-teman semua, saya bersyukur dan dengan riang gembira saya langsung mencari Widya dan mengajaknya lari keliling sekolah dengan gembira..
Setelah itu, kami yang sudah lega dengan kelulusan menghibur diri dengan jalan-jalan ke taman bunga nusantara yang terletak di bogor, memang sudah direncanakan jauh hari sebelum ujian, disana kami bermain dan mengabadikan setiap moment dengan foto. Setelah refreshing disana, kamipun pulang dan mengucapkan perpisahan karena pasti tidak semuanya bersama-sama masuk ke pendidikan tingkat lanjut yaitu SMP, sayapun merasa sedih karena hal itu, teman-teman sekelas selama 6 tahun di SD mandalahayu..
Saya masuk ke SMPN negri 4 Tambun Selatan, bersama 1 orang teman saya yang bernama yoggy.. teman-teman yang lain berpencar ke berbagai sekolah menengah pertama di bekasi, pada saat itu saya belum mempunyai telefon genggam, saya sengaja berkunjung kerumah widya, karena ingin tahu kemanakah dia melanjutkan pendidikan, dan ternyata dia tetap di yayasan yang sama, dia masuk ke SMP mandalahayu, dan disaat itulah kami mulai jarang bertemu..
Mulai hari pertama saya masuk ke SMP, saya menjalani MOS, membawa barang-barang yang aneh dan tak masuk akal atas perintah kaka kelas panitia MOS di SMP tersebut, ahahahahaa sungguh lucu sekali mengingatnya, saya dan teman 1 SD saya yoggy tidak 1 kelas, sehingga saya benar-benar sendirian dan bertemu dengan orang-orang baru. Disinilah diuji tingkat kesupelan saya sampai mana, dimulai dengan adaptasi pada lingkungan sekolah yang lokasinya lumayan jauh dari rumah, saya setiap hari menggunakan angkot no 19 yang bertujuan ke Jatimulya tempat SMP saya berada.
Pada kelas 1 SMP saya bertemu dengan teman sekelas, ada 2 orang yaitu Arif dan Fauzan adalah yang terdekat, sehari-hari belajar dan bermain  bersama mereka, mulai berkunjung kerumah mereka, ya pokoknya best friend dikelas 1 hehehehe, dan saya mulai teringat lagi dengan Widya, bagaimana dia dengan teman barunya di SMP mandalahayu. Tapi saya yakin widya pasti baik-baik saja karna sikapnya yang ramah tamah dan baik hati siapapun akan suka dekat dengannya.
Hari demi hari saya jalani di SMP tersebut, namun pada suatu hari ada satu perempuan yang terus memperhatikan saya, saya mulai tersadar ketika teman sebangkunya memberitahukannya kepada saya, dia bernama claudia, gadis yang manis dan pemalu itu ternyata tertarik dengan saya dan ingin berteman lebih dekat dengan saya, tapi saya bingung apa yang dilihat darinya dari diri saya yang tidak ada kelebihannya. Ternyata teman sebangkunya bilang kalau dulu waktu MOS saya pernah menolong dia dari kejahilan anak baru lainnya, padahal saya sendiri lupa dengan kejadian tersebut. Tapi ya sudahlah itu bukan hal yang bisa dibanggakan, pada suatu hari disaat kami harus melaksanakan upacara pramuka, dia tidak membawa dasi merah putih dan panik karena yang tidak memakainya akan dikenakan sanksi, lalu entah kenapa saya memberikan dasi saya dan berfikir biar saja saya yang dihukum.
Dan benar saja, pada saat upacara saya diberi sanki dengan menulis “saya tidak akan lupa membawa dasi pramuka lagi” sebanyak 300x dikertas dengan tulis tangan. Pada saat selesai upacara, dan saya selesai mengerjakan hukuman yang diberikan, Claudia menghampiri saya yang sedang meminum es jeruk langganan dikantin, dia berterima kasih dan memberikan saya tisu untuk mengelap tangan saya yang kotor penuh tinta pulpen, di sore itu kami duduk berdua dan mulai perbincangan dan disela bercandaan, namun tiba-tiba dia menatap mata saya dan dia bilang “suka” kepada saya, dan ingin menjadi pacar saya, sayapun terdiam dan bingung harus bagaimana dan berkata apa, lantas setelah berfikir saya bilang kepada dia, lebih baik kita berteman saja kita masih kecil dan tidak tau apa-apa tentang “pacaran” diapun terdiam dan berpaling muka, namun saya palingkan lagi wajahnya dan berkata “nanti biar gue aja yang minta lo jadi pacar gue” dengan maksud biar saya saja yang menembakan panah asmara kepadanya. Dan dia pun tersenyum kembali. Setelah itu kamipun pulang.
Hari demi hari saya jalani dengan penuh canda tawa, meskipun ada duka karena beberapa masalah, sampai tiba saat kenaikan kelas ketingkat 2 SMP, sayapun naik kelas dengan nilai yang cukup memuaskan. Menginjak kelas 3 SMP saya mulai kenal dunia luar yang menurut saya keras, saya mencoba merokok, karena rasa ingin tahu saya bagaimana rasanya merokok sehingga keterusan sampai sekarang, lulus dari SMP saya ingin melanjutkan ke sekolah TELKOM, namun orang tua saya tidak mengijinkan dan menyuruh saya masuk ke SMA saja, lantas saya mendaftar pada SMA favorit di kota saya, SMAN 2 Bekasi.. dan saya berhasil masuk melalui ujian tertulis pada seklah tersebut..
Dimulai hari pertama saya mengenakan seragam putih-abu, menyenangkan rasanya bisa bertambah teman setiap harinya, memang benar masa-masa SMA itu tidak bisa dilupakan, karena terlalu banyak kenangan yang pahit maupun manis, setelah lulus dari SMA saya berniat masuk ke universitas fakuLtas hukum UI, dan mengikuti SNMPTN, namu saya tidak dapat masuk karena persaingan yang sangat ketat, malah saya masuk ke UNSOED (Universitas Negri Jendral Soedirman) di kota purwokerto dengan jurusan Hukum, aLhamduLiLLah saya bersyukur bisa sempat membanggakan orang tua, namun setelah saya menjalaninya, saya merasa hilang arah, karena jurusan hukum tidak cocok dengan pribadi saya, selain itu karena tinggal jauh dari orang tua, saya merasa kasihan dengan ibu saya yang tiap sore sendirian dirumah, jadi saya memutuskan pindah pada semester 3 ke universitas GUNADARMA kalimalang bekasi, sampai sekarang...














Tidak ada komentar:

Posting Komentar