BIOGRAFI
Ini adalah kisah tentang hidup saya mulai dari
lahir hingga sekarang ini, tak terasa waktu cepat berlau, tak terlupakan saat
saya terlahir dari rahim ibunda saya yang bernama Murbowati, dan didampingi
suaminya yang bernama Suparmo, saya Lahir tanggal 29 juni 1993 di rumah sakit
puri astuti Bekasi timur, pada hari selasa dan pada waktu itu malam hari.
Hari-hari saya menjadi bayi diceritakan oleh
ibunda saya sebagai bayi yang sangat pintar dan super aktif, sampai pada waktu
saya berumur lima tahun dan segera masuk ke pendidikan tingkat kanak-kanak,
saya mulai pendidikan sejak dini di TK Mandalahayu, tak jauh dari kediaman
saya, 2 tahun saya menjalaninya, tak banyak yang bisa saya ingat pada masa-masa
itu, hanya terlintas ingatan-ingatan lucu seperti teman saya yang buang air
dicelana, ataupun saya yang terjatuh dari ayunan hahahahaa.. tidak begitu
banyak yang teringat pada masa TK.
Setelah selesai pendidikan TK, lanjut ke
pendidikan tingkat dasar yang masih satu yayasan dengan Tk saya jalani, yaitu
sekolah dasar Mandalahayu, mungkin dekat dengan rumah sehingga orang tua saya memasukan saya kedalam SD
tersebut, disini sudah mulai bisa mengingat kejadian-kejadian yang tak akan
terlupakan.. dimulai kelas 1 SD, pada hari pertama mengenakan seragam merah
putih saya masuk ke kelas dan bertemu teman-teman baru, dengan wajah yang lugu
dan polos kebanyakan.. lalu guru pun datang, saya masih ingat waktu itu guru
saya bernama ibu Sri, dengan perawakan yang cukup keras, entah apa yang dilihat
dari diri saya, beliau pun menunjuk saya menjadi Ketua kelas, sungguh saya
bingung dan saya menerimanya..
Waktu berlalu hingga kenaikan kelas, pada saat
itu yang saya takutkan hanya tidak naik kelas, karena setiap kali saya belajar
dirumah, orang tua saya memberi motivasi dengan cara menakut-nakuti “nanti gak
naik kelas lho” begitu mereka bilang, tapi itu sangat membantu, dan tiba pada
hari pembagian rapor sekolah, alhasil saya mendapat rangking 2 dikelas, sungguh
bingung dan tidak mengerti kenapa bisa, tapi cukup membanggakan kalau dilihat
sekarang, karna waktu itu saya belum mengerti apa itu arti membanggakan orang
tua,
Tahun demi tahun berlalu sampai saya beranjak
di kelas 6 SD, pada kelas ini saya mempunyai banyak cerita yang sangat konyol
jika diingat-ingat, mulai dari pertama masuk saya kembali ditunjuk menjadi
ketua kelas, entah kenapa guru-guru SD saya hapal betul dengan saya, mungkin
karena saya murid yang cukup bandel atau susah dibilangin, tetapi bertanggung
jawab..
Awal masuk kelas saya melihat tidak ada yang
berubah dari murid-murid kelas saya, tetapi ada murid baru pindahan dari SD
lain di bekasi, dan entah kenapa saya suka ketika melihat wajahnya yang cukup
manis pada waktu itu, dan saya pun bertanya kepada teman-teman yang lain
siapakah anak perempuan yang baru pindah ke sekolah kami itu. Ya dia bernama
Widya siswi yang cukup cerdas dan manis, dan ternyata rumahnya pun tidak jauh
dari rumah saya. Dari situ entah saya belajar dari mana, saya mulai mendekatkan
diri dengannya, sampai suatu saat saya memberikan surat “cinta” kepadanya..
tapi sialnya ketahuan oleh guru dan saya di hukum dengan berdiri didepan kelas,
sungguh malu waktu itu, tetapi melihat Widya yang tertawa karena saya yang
dihukum dengan muka memelas membuat saya juga ikut tertawa bahagia,
Mungkin itu yang dinamakan cinta pertama atau
cinta monyet, hahahaaha hari demi hari saya lewati dengan berbagai hal, yang
indah maupun sedih. Sampai pada saat ujian nasional tingkat SD tiba, saya dan
teman-teman yang sudah belajar giat pun berdoa bersama di hari pertama ujian
tersebut, Setelah hari terakhir ujian nasional, saya dan teman-teman pun merasa
lega karena sudah tidak ada beban dan ketakutan, walaupun belum mengetahui
hasil ujian dan kelulusan..
Tiba pada saat hari pengumuman kelulusan, saya
pun merasa hati ini deg-degan, panik dan takut. Namun ternyata saya lulus
bersama teman-teman semua, saya bersyukur dan dengan riang gembira saya
langsung mencari Widya dan mengajaknya lari keliling sekolah dengan gembira..
Setelah itu, kami yang sudah lega dengan
kelulusan menghibur diri dengan jalan-jalan ke taman bunga nusantara yang
terletak di bogor, memang sudah direncanakan jauh hari sebelum ujian, disana
kami bermain dan mengabadikan setiap moment dengan foto. Setelah refreshing
disana, kamipun pulang dan mengucapkan perpisahan karena pasti tidak semuanya
bersama-sama masuk ke pendidikan tingkat lanjut yaitu SMP, sayapun merasa sedih
karena hal itu, teman-teman sekelas selama 6 tahun di SD mandalahayu..
Saya masuk ke SMPN negri 4 Tambun Selatan,
bersama 1 orang teman saya yang bernama yoggy.. teman-teman yang lain berpencar
ke berbagai sekolah menengah pertama di bekasi, pada saat itu saya belum
mempunyai telefon genggam, saya sengaja berkunjung kerumah widya, karena ingin
tahu kemanakah dia melanjutkan pendidikan, dan ternyata dia tetap di yayasan
yang sama, dia masuk ke SMP mandalahayu, dan disaat itulah kami mulai jarang
bertemu..
Mulai hari pertama saya masuk ke SMP, saya
menjalani MOS, membawa barang-barang yang aneh dan tak masuk akal atas perintah
kaka kelas panitia MOS di SMP tersebut, ahahahahaa sungguh lucu sekali
mengingatnya, saya dan teman 1 SD saya yoggy tidak 1 kelas, sehingga saya
benar-benar sendirian dan bertemu dengan orang-orang baru. Disinilah diuji
tingkat kesupelan saya sampai mana, dimulai dengan adaptasi pada lingkungan
sekolah yang lokasinya lumayan jauh dari rumah, saya setiap hari menggunakan
angkot no 19 yang bertujuan ke Jatimulya tempat SMP saya berada.
Pada kelas 1 SMP saya bertemu dengan teman
sekelas, ada 2 orang yaitu Arif dan Fauzan adalah yang terdekat, sehari-hari
belajar dan bermain bersama mereka,
mulai berkunjung kerumah mereka, ya pokoknya best friend dikelas 1 hehehehe,
dan saya mulai teringat lagi dengan Widya, bagaimana dia dengan teman barunya
di SMP mandalahayu. Tapi saya yakin widya pasti baik-baik saja karna sikapnya
yang ramah tamah dan baik hati siapapun akan suka dekat dengannya.
Hari demi hari saya jalani di SMP tersebut,
namun pada suatu hari ada satu perempuan yang terus memperhatikan saya, saya
mulai tersadar ketika teman sebangkunya memberitahukannya kepada saya, dia
bernama claudia, gadis yang manis dan pemalu itu ternyata tertarik dengan saya
dan ingin berteman lebih dekat dengan saya, tapi saya bingung apa yang dilihat
darinya dari diri saya yang tidak ada kelebihannya. Ternyata teman sebangkunya
bilang kalau dulu waktu MOS saya pernah menolong dia dari kejahilan anak baru
lainnya, padahal saya sendiri lupa dengan kejadian tersebut. Tapi ya sudahlah
itu bukan hal yang bisa dibanggakan, pada suatu hari disaat kami harus
melaksanakan upacara pramuka, dia tidak membawa dasi merah putih dan panik
karena yang tidak memakainya akan dikenakan sanksi, lalu entah kenapa saya
memberikan dasi saya dan berfikir biar saja saya yang dihukum.
Dan benar saja, pada saat upacara saya diberi
sanki dengan menulis “saya tidak akan lupa membawa dasi pramuka lagi” sebanyak
300x dikertas dengan tulis tangan. Pada saat selesai upacara, dan saya selesai
mengerjakan hukuman yang diberikan, Claudia menghampiri saya yang sedang
meminum es jeruk langganan dikantin, dia berterima kasih dan memberikan saya
tisu untuk mengelap tangan saya yang kotor penuh tinta pulpen, di sore itu kami
duduk berdua dan mulai perbincangan dan disela bercandaan, namun tiba-tiba dia
menatap mata saya dan dia bilang “suka” kepada saya, dan ingin menjadi pacar
saya, sayapun terdiam dan bingung harus bagaimana dan berkata apa, lantas
setelah berfikir saya bilang kepada dia, lebih baik kita berteman saja kita
masih kecil dan tidak tau apa-apa tentang “pacaran” diapun terdiam dan
berpaling muka, namun saya palingkan lagi wajahnya dan berkata “nanti biar gue
aja yang minta lo jadi pacar gue” dengan maksud biar saya saja yang menembakan
panah asmara kepadanya. Dan dia pun tersenyum kembali. Setelah itu kamipun
pulang.
Hari demi hari saya jalani dengan penuh canda
tawa, meskipun ada duka karena beberapa masalah, sampai tiba saat kenaikan
kelas ketingkat 2 SMP, sayapun naik kelas dengan nilai yang cukup memuaskan.
Menginjak kelas 3 SMP saya mulai kenal dunia luar yang menurut saya keras, saya
mencoba merokok, karena rasa ingin tahu saya bagaimana rasanya merokok sehingga
keterusan sampai sekarang, lulus dari SMP saya ingin melanjutkan ke sekolah
TELKOM, namun orang tua saya tidak mengijinkan dan menyuruh saya masuk ke SMA
saja, lantas saya mendaftar pada SMA favorit di kota saya, SMAN 2 Bekasi.. dan
saya berhasil masuk melalui ujian tertulis pada seklah tersebut..
Dimulai hari pertama saya mengenakan seragam
putih-abu, menyenangkan rasanya bisa bertambah teman setiap harinya, memang
benar masa-masa SMA itu tidak bisa dilupakan, karena terlalu banyak kenangan
yang pahit maupun manis, setelah lulus dari SMA saya berniat masuk ke
universitas fakuLtas hukum UI, dan mengikuti SNMPTN, namu saya tidak dapat
masuk karena persaingan yang sangat ketat, malah saya masuk ke UNSOED
(Universitas Negri Jendral Soedirman) di kota purwokerto dengan jurusan Hukum,
aLhamduLiLLah saya bersyukur bisa sempat membanggakan orang tua, namun setelah
saya menjalaninya, saya merasa hilang arah, karena jurusan hukum tidak cocok
dengan pribadi saya, selain itu karena tinggal jauh dari orang tua, saya merasa
kasihan dengan ibu saya yang tiap sore sendirian dirumah, jadi saya memutuskan
pindah pada semester 3 ke universitas GUNADARMA kalimalang bekasi, sampai sekarang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar