Senin, 27 Oktober 2014

Pemuda dan Fenomena Cabe-cabean

Definisi Pemuda



Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.



Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.



Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.


Definisi Cabe-cabean 


Sebenarnya Arti Cabe Cabean itu sangat tidak baik atau buruk, karena cabe cabean itu diberikan kepada para perempuan atau cewek yang gak benar, yang gayanya alay, sok gaul, dandanannya kayak jablay atau tante - tante dengan tubuh yang bohay dan yang paling pentingnya mau untuk di apa - apain.


Ada juga yang mengartikan bahwa cabe cabean adalah sekumpulan cewek-cewek yang sukanya jalan jalan bareng dengan pakaian yang minim, dandan serta make up yang overdosis, gaya yang sok intelek dengan gadget terbaru (biasanya BB) serta sering ada di jalanan dan balapan liar. Dan lawan dari cabe cabean adalah terong-terongan, itu ditujukan pada cowok-cowok.


Kini, pengertian cabe-cabean sudah meluas mencakup perilaku remaja perempuan, usia SMP ataupun SMA, yang serba gampangan dan bisa dijadikan mainan. Cabe-cabean ini bisa dicirikan dengan pakaian minim yang dikenakan seperti celana pendek (biasa disebut celana gemes), boncengan motor bertiga atau berempat di jalan-jalan besar, pergaulannya biasanya dilakukan pada tengah malam, terutama malam Minggu.

Cabe Cabean ini kini biasa dipakai di sosial media seperti facebook dan twitter untuk bahan candaan, bahkan untuk mengolok-olok teman-temannya, sebagai perumpamaan jablay cilik.

Nah, itulah sedikit tentang arti cabe-cabean, mudah-mudahan bisa menjadi bahan referensi dan pelajaran bagi kita semua.


Referensi


Minggu, 19 Oktober 2014

Pengertian individu, Keluarga dan Fungsi-Fungsi keluarga



Pengertian individu

Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yangmajemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuanyang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Makadapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik  jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya.

Berkaitannya antar individu dengan individu lainnya, maka menjadi lebih bermaknamanusia apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatakan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampao pada dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses inimaka individu terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yangakhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu masayarakat.Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: pertamamenyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya. Kedua takluk terhadapkolektif, dan ketiga mempengaruhi masyarakat. (Hartomo, 2004: 64). Dengan demikianmanusia merupakan mahluk individual tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa-raga, tetapimerupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan kecakapannya.

Individu mempunyai ciri-ciri memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individusanggup menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar dan dalamdirinya. Dapat diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan berhubungan.

Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadilatar individu tersebut ditandai dengan dimana individu tersebut berusaha menempatkan prilaku pada dirinya sesuai dengan norma dan kebudayaan lingkungan tersebut , seperti diindonesia individunya menjunjung tinggi prilaku sopan santun, dan beretika dalam bersosialisasi.

Individu selalu berada didalam kelompok, peranan kelompok tersebut adalah untuk mematangkan individu tersebut menjadi seorang pribadi. Dimana prosesnya tergantungterhadap kelompok dan lingkungan dapat menjadi faktor pendukung proses juga dapatmenjadi penghambat proses menjadi suatu pribadi. Faktor pendukung dan faktor penghambat juga dapat berdasarkan individu itu sendiri.

Pengertian keluarga

keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa menurut beliau keluarga merupakan manifestasi daripada dorongan seksual sehingga landasan keluarga itu adalah kehidupan seksual suami isteri.
Dhurkeim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Sehingga keluarga itu terbagi menjadi dua, yaitu:

a.       Keluarga Kecil atau “Nuclear Family”
Keluarga inti adalah unit keluarga yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anak mereka; yang kadang-kadang disebut juga sebagai “conjugal”-family.

b.      Keluarga Besar “Extended Family”
Keluarga besar didasarkan pada hubungan darah dari sejumlah besar orang, yang meliputi orang tua, anak, kakek-nenek, paman, bibi, kemenekan, dan seterusnya. Unit keluarga ini sering disebut sebagai ‘conguine family’ (berdasarkan pertalian darah).


Fungsi-fungsi keluarga


Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :

1.   Fungsi biologis

-Untuk meneruskan keturunan.
-Memelihara dan membesarkan anak.
-Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
-Memelihara dan merawat anggota keluarga.
        
2.   Fungsi Psikologis

-Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
-Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
-Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
-Memberikan Identitas anggota keluarga.

3.   Fungsi Sosialisasi

-Membina sosialisasi pada anak.
-Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
-Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

4.   Fungsi Ekonomi

-Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
-Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
-menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya  pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.

5.   Fungsi Pendidikan

a. Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan membentuk  perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.

b. Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang  dewasa.

c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ahli lain membagi fungsi keluarga, sebagai berikut :

  • Fungsi Pendidikan : Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
  • Fungsi Sosialisasi anak : Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
  • Fungsi Perlindungan: Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
  • Fungsi Perasaan : Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga
  • Fungsi Religius : Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah  dunia ini.



6. Fungsi Ekonomis

Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.

7. Fungsi Rekreatif

Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.

8. Fungsi Biologis

Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.

Referensi

Senin, 13 Oktober 2014

Pengertian penduduk & kebudayaan serta masalah dan solusinya


Pengertian Penduduk


Pengertian “Penduduk” secara umum adalah masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu. Dan dalam sosiologi sendiri, penduduk merupakan kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Jadi dapat Masalah Kependudukan dapat diartikan sebagai berbagai persoalan yang menyangkut masyarakat dalam ruang lingkup yang luas. Masalah Kependudukan bisa disebut juga sebagai masalah sosial, karena masalah itu terjadi di lingkungan sosial atau masyakarat. Masalah tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, baik di negara maju maupun negara Indonesia yang sedang berkembang ini. Masalah kependudukan terjadi karena perkembangan penduduk yang tidak seimbang.Masalah-masalah yang dihadapi masyarakat tidaklah sama, hal ini disebabkan perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam dimana masyarakat itu hidup. Masalah-maslah tersebut dapat berupa masalah sosial, moral, politik, ekonomi, agama dll.

Permasalahan pada kependudukan
1. Jumlah penduduk besar
2. Pertumbuhan penduduk yang cepat
3. Persebaran penduduk yang tidak merata

Solusi pencegahan dan penanggulangan masalah kependudukan
Terdapat beberapa solusi yang bisa digunakan sebagai upaya pencegahan atas masalah kependudukan, diantaranya:
1. Melaksanakan program KB (2 anak cukup)
2. Menunda pernikahan dini
3. Meratakan pertumbuhan penduduk


Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.
Kebudayaan=cultuur (bahasa belanda)=culture (bahasa inggris)=tsaqafah (bahasa arab), berasal dari perkataan lain : "colere" yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai "segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam".
Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan budaya itu diartikan sama
(Koentjaraningrat, 1980:195). Namun dalam IBD dibedakan antara budaya dan kebudayaan, karena IBD berbicara tentang dunia idea atau nilai, bukan hasil fisiknya. Secara sederhana pengertian kebudayaan dan budaya dalam IBD mengacu pada pengertian sebagai berikut : 
1. Kebudayaan dalam arti luas, adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2. Kebudayaan dalam arti sempit dapat disebut dengan istilah budaya atau sering disebut kultur yang mengandung pengertian keseluruhan sistem gagasan dan tindakan.
Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban, mengandung pengertian luas, meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-istiadat (kebiasaan),
dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor, 1898:19).
Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, nilai-nilai. Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat unviersal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti kebudayaan menudut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik (Bakker, 1984:21). 

Masalah pada kebudayaan dan solusinya
1. Banyak sekali masalah-masalah kebudayaan di Indonesia, antara lain :
- Banyak budaya Indonesia yang diklaim bangsa lain
- Hampir hilangnya suatu kebudayaan
- Semakin terkikis oleh perkembangan zaman teknologi yang semakin canggih
2. Penyebabnya adalah :
- Pemerintah kurang memperhatikan budaya-budaya Indonesia. Dalam arti, pemerintah tidak langsung membuatkan UU perlindungan untuk setiap budaya yang ada.
- Kita sebagai penduduk Indonesia kurang memperhatikan budaya Indonesia juga, tidak mau melestarikan budaya negara sendiri.
- Hampir seluruh generasi muda lebih menyukai budaya barat daripada budaya sendiri.
3. Solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut
- Pemerinyah harus lebih memperhatikan perkembangan budaya kita.
- Pemerintah harus segera membuatkan UU perlindungan untuk semua budaya kita
- Semua penduduk harus lebih mencintai budaya sendiri.
- Melestarikan budaya Indonesia kepada generasi muda


Referensi : 

Jumat, 03 Oktober 2014

Hubungan Ilmu Sosial Dasar Dengan Jurusan Sistem Informasi




Sebelum kita membahas tentang hubungan ilmu sosial dasar dengan jurusan sistem informasi, mari kita ketahui apa yang dimaksud dengan ilmu sosial dasar. yaitu..

1.Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang memperdalam tentang masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia yang menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu sosial itu seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial

2.Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu yang membahas tentang masalah sosial yang dilakukan oleh pribadi seseorang. Dimana itu dinilai dari tindakan seseorang yang dilakukannya terhadap lingkungannya sendiri

3.Ilmu Sosial Dasar juga merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan dengan memberikan pengetahuan umum kepada masyarakat tentang konsep kehidupan bermasyarakat yang memberikan nilai dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi di masyarakat

Dan tujuan ilmu sosial dasar adalah
1.Untuk menambah wawasan tentang berbagai macam kejadian sosial yang ada di lingkungan masyarakat, kepribadian luas dan dapat bermusyawarah dengan satu sama lain.
2.Dapat memahami masalah sosial yang ada di dalam masyarakat
3.Membantu perkembangan pikiran mahasiswa dalam bersosialisasi


Tujuan mahasiswa mempelajari ilmu sosial dasar adalah

- Agar mahasiswa cepat tanggap kepada masyarakat dan lingkungan tempatnya tinggal
- Agar mahasiswa peka dan terbuka terhadap perubahan kebudayaan
- Agar mahasiswa menjadi manusia yang beradab dan berperadaban
- Agar mahasiswa menyadari dirinya sebagai mahkluk individu dan sosisal
- Agar mahasiswa memahami nilai, moral, hukum, dan mampu menerapkannya dalam kehidupan
- Agar mahasiswa mengakui adanya keragaman dan mengakui persamaan derajat antar manusia


Dan hubungan ilmu sosial dasar dengan jurusan sistem informasi itu,, dalam dunia sistem informasi kita tidak akan terlepas dari yang namanya informasi itu sendiri serta interaksi dengan sesama manusia. Hal inilah yang menjadi latar belakang keterkaitannya ilmu sosial dasar dengan sistem informasi. Dengan mempelajari ilmu sosial dasar kita akan dilatih untuk bisa menerima ataupun memberikan informasi dengan etika kehidupan sosial, sehingga tidak ada rasa ketersinggungan antar sesama manusia.
Jadi fungsi ilmu sosial budaya untuk seorang mahasiswa jurusan sistem informasi sangatlah penting, karena nantinya mahasiswa jurusan sistem informasi adalah manusia yang diharapkan bisa menjadi pembangun di masyarakat yang tentunya sangat erat kaitannya dengan sosialisasi.


Referensi:

           -   http://blog-pinta.blogspot.com/2012/11/tugas-1pengertian-ilmu-sosial-dasar.html